Kau bilang aku datang terlambat. Tapi aku yakin, Tuhan selalu tahu kapan waktu yang tepat. Ia juga tak pernah terburu-buru, Ia selalu tepat waktu
Ada doa kecil, entah untuk siapa. Yang pasti untuk seseorang yang hanya mengucapkan 1 nama hawa dari bibirnya. Tidak lebih…
Bahkan aku tak tahu siapa dia..
(via annissanissa)
KATA SATRIA: PERNECESSARIUM →
Kau tak akan terganti~
Sering kita mendengar bait klise macam itu. Hal-hal klise memang terbukti benar bukan? Mereka hanya terlalu sering diumbar sampai maknanya jadi kering kerontang.
Karena lirik romantis adalah buaian dramatis. Terkesan indah dan penuh dengan unsur fantasi yang…
Tak perlu mengkhawatirkan masa depan. Ia mengikuti kualitas kerjamu saat ini. Lakukan saja yang terbaik.
Aku tak sebaik yang kalian pikirkan, hanya karena Allah begitu baik padaku, Dia menyembunyikan semua keburukan diriku. Jadi kalau kamu akhirnya kecewa, kecewalah… Kamu berhak atas itu.
Kalau belum bisa bikin bahagia, senggaknya usahain jangan bikin kecewa.
Tiga cara alami menyehatkan mata: sering melihat air jernih mengalir, sering melihat hijau daun yang ranum, dan sering melihat paras istri yang cantik.
Solat kita hanya rutinitas bukan kualitas ritual. inilah yang menjadi sumber kelemahandan kehinaan kita.
Saya mau buat lembar baru, walaupun mungkin ga terlalu putih bersih, banyak apusan, tipe ex, atau coretan.
FANATISME: SELEMBAR POTRET BURAM SUPORTER SEPAKBOLA
Sejak saat itu, Biru dan Orange adalah warna yang takkan pernah bisa jadi harmonis
Bagai menambahkan satu lagi antonim ke dalam perbendaharaan bahasa sehari-hari kita, kata “Viking” (suporter Persib) kini terdengar berlawanan dengan kata “The Jak” (suporter Persija). Di mana ada laga sepakbola antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta, di arena yang sama pulalah kedua kubu itu akan hadir dan mewarnai sebagian besar layar kaca dengan warna kebangsaan mereka.
Dari sebuah blog, dikatakan bahwa perseteruan Viking-The Jak berawal dari kejadian di tahun 2000 saat terjadi laga antara Persib kontra Persija di Stadion Siliwangi, Bandung. Kabarnya, para Viking menyerang The Jak terlebih dahulu sebelum dan sesudah laga.
Gak berhenti di situ. Saat keduanya bertemu sebagai grup peserta di sebuah kuis televisi, Viking yang menjadi pemenang kuis diserang oleh The Jak saat mereka pulang menuju Bandung via tol Kebon Jeruk. Saya ingat bahwa berita ini sempat ramai diberitakan oleh beberapa media cetak kala itu.
Tapi entahlah, cerita yang bersumber gak jelas dari mana datangnya itu pun ditengarai sebagai kisah berat sebelah yang membelokkan fakta.
Aneh jadinya kalau kita coba mengurut dan mengusut fakta yang ada dengan akal sehat. Awal cerita berangkat dari fanatisme sama sepakbola. Kemudian, fanatisme itu tumbuh sesuai dengan tempat dimana kamu lahir atau lama berdomisili, biasanya. Orang Surabaya ya Persebaya, orang Palembang ya Sriwijaya FC dan orang Wamena ya Persiwa. Beda kasus sama kamu yang jadi fans Barcelona FC atau Manchester United. Bukan karena kamu blasteran sono kan? :))

